MANAJEMEN TERNAK POTONG DAN KERJA
”MANAJEMEN PAKAN PADA KAMBING”



Disusun Oleh :
Kelompok VI
Anggi Rian Setiawan                               H 0512013
Debora Yannesia                                     H 0512030
Khisom Alwi                                            H 0512070
Mufti Satmata Giri                                  H 0512076
Shinta Kusharini                                      H 0512109


JURUSAN/PROGRAM STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas dan pembuatan makalah Manajemen Ternak Potong dan Kerja ini tepat pada waktunya.
Sebagaimanapun rasa syukur dan bahagia kiranya penyusun perlu menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam memberikan banyak bantuan, bimbingan dan arahan kepada penyusun sehingga mempermudah dalam penyusunan laporan praktikum ini antara lain :
1.    Dosen Pengampu mata kuliah Manajemen Ternak Potong dan Kerja yang telah memberi arahan dalam pelaksanaan tugas ini.
2.    Rekan-rekan satu kelompok yang telah bekerja sama dalam tugas sehingga memudahkan penyusunan laporan praktikum ini.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak hal-hal yang kurang sempurna karena keterbatasan yang penyusun miliki, untuk itu penyusun akan berterima kasih kepada semua pihak yang bersedia memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan penyusunan laporan selanjutnya.
Akhirnya penyusun mengharapkan mudah-mudahan laporan Manajemen Ternak Potong dan Kerja ini bermanfaat bagi semua pihak

Surakarta,   Maret 2014


          Penyusun



BAB I. PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
      Ternak-ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga/diambil hasilnya dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Jenis dan cara pemberian pakan disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral). Secara alamiah karena kehidupan awalnya di daerah pegunungan kambing akan lebih menyukai rambanan (daun-daunan) daripada rumput. Kambing termasuk jenis hewan ruminansia.
       Ruminansia tidak terlalu bergantung pada kadar zat-zat gizi pakan yang dikonsumsinya, karena proses di dalam rumen mampu menghasilkan zat gizi yang mudah diserap tubuh. Kadang pemberian pakan protein tinggi tidak efisien, karena protein tersebut mudah terurai dan terfermentasi oleh mikrobia rumen. Ruminansia mampu mensintesis asam amino dari unsure yang dihasilkan oleh berbagai proses yang terjadi dalam rumen. Ruminansia mampu mengkonsumsi urea dalam jumlah terbatas yang di dalam rumen akan terurai menjadi amoniak dan merupakan bahan utama pembentuk asam amino. Selain bahan pakan yang dikonsumsi kebutuhan tubuh terhadap protein juga dipenuhi dari mikrobia rumen.

B.  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.    Apa saja yang termasuk jenis-jenis pakan?
2.    Apa saja manfaaat dari pakan?
3.    Apa saja kebutuhan dan konsumsi pakan pada kambing?
4.    Apa saja pemberian pakan pada kambing?
5.    Bagaimana manajemen pakan pada kambing perah?
C.  Tujuan Penulisan
1.    Untuk mengetahui jenis-jenis pakan.
2.    Untuk mengetahui manfaat pakan.
3.    Untuk mengetahui kebutuhan dan konsumsi pakan pada kambing.
4.    Untuk mengetahui manajemen pakan pada kambing perah.

  
BAB II. PEMBAHASAN

            Ternak kambing menyukai macam-macam daun-daunan sebagai pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat). Pakan tambahan dapat disusun dari bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin. Pakan dasar umumnya adalah rumput kayangan, daun lamtoro, gamal, daun nangka, dan sebagainya. Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3 % berat badan (dasar bahan kering) atau 10 - 15 % berat badan (dasar bahan segar). Kambing mampu mengkonsumsi pakan yang tidak biasa dikonsumsi ternak lain. Kambing mempunyai kebiasaan makan yang agak berbeda dari domba, yaitu dengan bantuan gerak aktif bibir atas dan lidah yang dapat memegang dedaunan. Dedaunan ini berasal dari semak atau pohon yang merupakan sumber pakan yang sangat penting bagi kambing. Sedangkan domba lebih suka memakan hijauan (rumput) yang ada di permukaan tanah dengan merenggutnya secara berkelompok. Sehingga domba dapat digembalakan di padang rumput, sedangkan kambing sebaiknya dikandangkan atau diikat di areal padang rumput yang ada semak dan gulmanya
A.  Jenis Pakan
1.    Hijauan Segar
Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian/jenis kacang-kacangan. Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan energi.
a)    Rumput-rumputan
Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumput Setaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria (Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar.
b)   Kacang-kacangan
Lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.
c)    Daun-daunan
Daun nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina dll.
2.    Jerami dan Hijauan Kering
Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).
3.    Silase
Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan.
4.    Konsentrat
Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.
B.  Manfaat Pakan
1.    Sumber energi
Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
a)    Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)
b)   Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)
c)    Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
d)   Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria)
  2.    Sumber protein
Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman). Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:
a)     Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)
b)   Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi, kaliandra, gamal dan sentero.
c)    Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).
3.    Sumber vitamin dan mineral
Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya. Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, CaPO dan beberapa mineral.
C.  Kebutuhan dan Konsumsi Pakan
1.    Kebutuhan
Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap
nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.
Bahan makanan yang dibutuhkan kambing 10 % dari berat badannya untuk pakan hijauan sebaiknya diberikan 20 % dari berat badan karena memperhitungkan makan yang terbuang, untuk pakan konsentrat sebaiknya diberikan sekitar 0,5 kg. Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut:
a. Kambing Dewasa: 1 bagian daun + 3 bagian rumput.
b. Kambing yang akan dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian                     rumput.
c. Kambing bunting: 3 bagian daun + 3 bagian rumput.
Pemberian pakan induk selain campuran hijauan, pakan tambahan perlu diberikan saat bunting tua dan baru melahirkan, sekitar 1,5 % berat badan dengan kandungan protein 16 %.
2.    Konsumsi Pakan
Ternak ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan sakit/sedang berproduksi), mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kebutuhannya untuk mencukupi hidup pokok. Kemudian sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta tingkat produksi yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat pula. Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu sendiri). Komposisi pakan untuk kambing dewasa 75 % rumput, 25 % daun-daunan termasuk kacang-kacangan. Untuk kambing bunting 60 % rumput, 40 % daun-daunan termasuk kacang-kacangan.
D.  Pemberian Pakan
1.    Bahan Pakan
Secara umum kebutuhan zat pakan bagi kambing dikelompokkan dalam 2 golongan besar sumber pakan yaitu bahan pakan sumber energi dan bahan pakan sumber protein. Bahan pakan sumber energi terdiri dari bahan pakan yang berupa biji-bijian dan sisa serealia (mis : tepung, jagung dan dedak padi), umbi- umbian (mis : tepung singkong, onggok, ubi jalar) dan hijauan (mis : rumput setaria dan rumput lapang). Bahan pakan sumber protein bisa berupa biji-bijian misal tepung bungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap, biji kapas atau tepung2 yang berasal dari hewan atau bagian tubuh hewan seperti tepung darah dan tepung ikan. Beberapa contoh hijauan yang merupakan sumber protein seperti daun gliricidae, turi, lamtoro, centrocema, dan kacang gude. Pakan hijauan dalam keadaan segar umumnya lebih disukai kambing dibanding dengan pakan dalam keadaan layu atau kering. Namun ada beberapa jenis hijauan yang dalam keadaan segar masih mengandung racun yang membahayakan kehidupan kambing seperti gliricidae, sebaiknya hijauan jenis tersebut dilayukan dulu selama 2-3 jam di sinar matahari atau diinapkan semalam sebelum diberikan pada ternak. Pemberian hijauan yang bervariasi akan memberi dampak yang lebih baik. Kebutuhan kambing akan bahan pakan sangat tergantung dari kondisi fisiologis kambing tersebut, secara umum kambing membutuhkan hijauan segar sebanyak 10% dari berat badan atau berat hidupnya. Misal beratnya 30 kg maka kambing tersebut membutuhkan 3 kg hijauan/hr. Perlu diketahui bahwa tidak semua bagian hijauan disukai oleh kambing.beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian hijauana yang dicincang sekitar 5-10 cm akan lebih efisien dikonsumsi oleh kambing, karena bentuknya yang kecil-kecil. Contohnya batang muda jika diberikan secara utuh kurang disukai oelh kambing tetapi dengan dicincang akan lebih mudah tercampur dengan jenis pakan yang lain sehingga memungkinkan kambing untuk memakannya.
2.    Pemberian konsentrat
Pakan sebagai sumber protein merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh kambing yang sedang laktasi, karena proses pembentukan susu membutuhkan suplai protein yang lebih tinggi. Sistem pencernaan rumen seringkali menjadi penyebab kurang efektifnya pemberian konsentrat dengan kadar protein tinggi. Penyebabnya adalah konsentrat tersebut akan diurai atau difermentasi oleh bakteri dan mikroba lain dalam rumen, sehingga pprotein terdegradasi sebelum diserap tubuh. Untuk itu pemberian konsentrat perlu disiasati. Waktu pemberian yang terbaik adalah saat kambing sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum kenyang. Pada saat itu, rumen akan dipenuhi oleh hijauan, sehingga aktivitas rumen sedang tinggi-tingginya. Pemberian konsentrat saat seperti ini bisa menghindari proses fermentasi bahan pakan dalam rumen sehingga keberadaan zat-zat makanan dapat dipertahankan. Hal ini disebabkan konsentrat tidak terlalu lama berada dalam rumen. Beberapa bahan konsentrat yang biasa diberikan adalah bekatul, bungkil kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa atau campuran dari beberapa konsentrat. Misal 62% bekatul, 20% ampas tahu, 15% bungkil kedelai, 1% garam dapur, dan 2% tepung tulang. Jumlah pemberian sebanyak 0,5- 0,6 kg/ekor dan diberikan dalam bentuk bubur(dicampur dengan air). Usahakan konsentrat agar habis dalam waktu singkat untuk menghindari tumbuhnya jamur yang bias menimbulkan penyakit.
3.    Vitamin dan Mineral
Selain bahan pakan sumber protein dan sumber energi, kambing memiliki kebutuhan akan vitamin dan mineral yang sebenarnya bisa tercukupi dengan pemberian pakan yang bervariasi. Jika kurang bervariasi sebaiknya dilakukan pemberian zeolit, garam dapur, atau tepung tulang sebagai sumber mineral dengan dosis tidak lebih dari 5 permil (5/1000) untuk setiap 1 kg berat badan. Vitamin dibutuhkan kambing dalam jumlah sedikit tetapi sangat berpengaruh dalam proses metabolisme dan daya tahan tubuhnya terhadap penyakit. Pemberian garam dapur selain untuk memenuhi kebutuhan mineral dapat juga untuk meningkatkan nafsu makan kambing. Pemberiannya sebaiknya tidak terjadwal, tetapi sudah dalam keadaan tersedia setiap saat di dalam kandang. Penempatannya bisa di dalam ember khusus yang digantung di dekat tempat hijauan setinggi 50-90 cm dr atas lantai.
4.    Air
Sebanyak 70% tubuh kambing berupa air. Kekurangan air yang mencapai 20% menyebabkan kambing dehidrasi. Makanya ketersediaan air merupakan suatu hal yang mutlak. Secara umum seekor kambing membutuhkan air sebanyak 1,5-2,5 liter/hari. Sebaiknya air disediakan dalam jumlah yang tidak terbatas artinya jika air di wadahnya tinggal sedkit segera ditambah lagi.
5.    Penggunaan UMB (Urea Molasses Block)
UMB mengandung non protein nitrogen (NPN) yang dalam rumen akan mengaktifkan mikroba rumen dan sintesis menjadi asam amino. UMB juga terdiri dari berbagai bahan penyusun lainnya seperti molasses, dedak padi, dan tepung tapioka (sebagai sumber energi), bungkil kedelai (sumber protein), garam dapur, tepung tulang dan kapur (sumber mineral). Pemberian UMB 4 gr/hari/kg berat badan mampu meningkatkan pertambahan berat badan harian kambing dan meningkatkan akseptabilitas kambing terhadap limbah pertanian dengan serat kasar cukup tinggi seperti kulit dan tongkol jagung.
E.  Manajemen Pakan Kambing Perah
       Kecukupan nutrisi pokok  pada ternak kambing perah harus diperhatikan. Kebutuhan nutrisi tersebut digunakan untuk pertumbuhan, reproduksi, laktasi, gerak dan kerja. Oleh karena itu, pemberian pakan haruslah memperhitungkan semua kebutuhan tersebut. Dengan kata lain, pemberian pakan disesusaikan dengan kebutuhan ternak. Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak kambing perah. Namun demikian, pemberian pakan penguat (konsentrat) sangat diperlukan agar ternak dapat berproduksi optimal. Pakan hijauan yang diberikan minimal terdiri dari 3 macam hijauan, yaitu jenis rumput, legume (kacang-kacangan) dan daun-daunan. Adapun jenis pakan penguat (tambahan) berupa campuran beberapa limbah hasil pertanian, seperti dedak padi, dedak gandum (polard), bungkil inti sawit, bungkil kelapa, molasses serta mineral dan vitamin.
Description: kambing-perah-etawa-senduro-laktasi3-large

1.    Pakan untuk kebutuhan hidup utama ternak kambing perah
Kebutuhan gizi untuk kebutuhan hidup pokok pada ternak kambing perah, merupakan kebutuhan yang paling rendah dalam siklus hidupnya. Umumnya kebutuhan ini dapat dipenuhi dari asupan pakan hijauan. Kambing perah akan memperoleh gizi, khususnya energy dan protein untuk kebutuhan hidup utamanya dari hijauan berkualitas baik. Apabila kualitas pakan hijauan yang diberikan kurang baik, ternak perlu diberikan pakan tambahan, seperti dedak padi dan onggok. Pemberian pakan hijauan dari jenis legum (kacang2an) akan menambah pemenuhan kebutuhan protein pada ternak kambing perah. Cara ini yang paling mudah dan murah dilaksanakan oleh peternak dipedesaan. Beberapa makanan ternak jenis legume yang banyak ditanam  adalah lamtoro, kaliandra, glirisidia dan turi. Adapun penambahan mineral sangat dianjurkan untuk mengatasi kemungkinan kurangnya asupan mineral dari pakan hijauan. Beberapa mineral yang bisa diberikan adalah garam dapur, kapur, tepung tulang dan mineral mix.
2.    Pemberian pakan saat ternak dalam masa kawin
Salah satu upaya untuk meningkatkan keungkinan kelahiran kembar, 2-3 minggu sebelum masa kawin ternak diberi pakan kualitas baik (flushing). Contohnya, pemberian pakan konsentrat dengan kandungan protein kasar (PK) 18-20% sebanyak 1-1.5 kg/ekor. Setelah kawin, pakan hijauan yang diberikan ditingkatkan secara bertahap, baik jumlah dan kualitasnya. Pemberian pakan hijauan dengan cara dicampur  (rumput+daun-daunan /legume, dan limbah hasil pertanian) sangat baik untuk ternak kambing perah anda.
3.    Pemberian pakan saat ternak kambing perah bunting
Ternak bunting memerlukan jumlah pakan lebih banyak dari ternak yang tidak bunting. Pakan tersebut digunakan untuk pertumbuhan cempe yang dikandungnya dan untuk si induk. Saat usia kebuntingan 3 bulan, kebutuhan gizi sangat tinggi. Hampir 70-75% pertumbuhan cempe yang dikandung terjadi pada masa ini. Oleh karena itu, kambing bunting harus diberikan pakan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik, terutama kandaungan protein dan energy. Kekurangan gizi pada saat induk bunting akan mengakibatkan berat lahir anak yang rendah, lemah dan ahirnya mati. Pemberian pakan harus memperhatikan kondisi ternak jangan sampai berlebihan (overfeed), terutama pada induk muda. Pemberian pakan yang terlalu banyak saat induk bunting menyebabkan janin cempe terlalu besar sehingga mempersulit proses kelahiran. Oleh karena itu pemberian pakan harus dalam jumlah cukup dengan kandungan gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan ternak. Berikut ini adalah cara pemberian pakan untuk kambing perah pada kondisi bunting :
a)    Beri pakan hijauan rumput dan legume dalam jumlah berlebih (ad libitum) denga perbandingan 60% rumput dan 40% legume/dedaunan.
b)   Beri pakan tambahan yang memiliki kandungan protein kasar (PK) 14-16% sebanyak 0.5-1kg/hari. Penambahan pakan sumber protein (konsentrat) 0.5-1kg atau bisa juga diganti dengan umbi-umbian (singkong. Ketela rambat) atau limbah agroindustri seperti ampas tahu, ampas tempe, ampas bier dan bungkil inti sawit. Pemberian pakan tambahan tersebut sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi gizi induk bunting.
c)    Air selalu tersedia secara bebas.
d)   Berikan tambahan mineral blok (garam) untuk mengatasi kemungkinan kekurangan mineral dalam pakan. 
4.    Pakan induk menyusui dan pakan anak sebelum sapih.
Pada saat menyusui (laktasi) kebutuhan pakan induk dan anaknya merupakan satu kesatuan. Pada anak yang menyusu langsung pada induknya, konsumsi pakan anak tergantung dari banyaknya susu induk yang dihasilkan.
a)    Pakan Induk Menyusui
Induk menyusui membutuhkan asupan nutrisi pakan paling banyak dibandingkan fase fisiologis lainnya. Hal ini dikarenakan induk menyusui memerlukan gizi untuk proses menyusui selain kebutuhan gizi untuk perbaikan kondisi tubuhnya pasca melahirkan. Pakan induk menyusui paling tidak membutuhkan pakan yang mengandung protein kasar 14-16%. Pakan jenis hijauan sebaiknya diberikan dengan porsi berlebih dengan rasio hijauan jenis rumput 50% dan jenis legume 50%. Pakan tambahan diberikan dengan kadar protein kering 14-16% sebanyak 0.5 hingga 1 kg/ekor/hari tergantung banyak tidaknya produksi susunya. Pemberian tambahan mineral sangat diajurkan pada kondisi ini, tujuannya untuk menghindarkan kekurangan mineral bagi si induk laktasi. Jenis pakan mineral yang diberikan bisa mineral blok atau mineral komplit yang banyak dijual ditoko pakan ternak setempat.
b)   Pakan untuk anakan kambing perah sebelum sapih
Usia Cempe
Jenis Pakan yang Diberikan
1-3 hari
Kolustrum Induk
4-7 hari
500-600cc/hari susu induk. Diberikan 3-4 kali per hari
2 minggu
800cc/hari campuran susu induk dengan susu sapi (50:50), diberikan 3-4 kali/hari
3-4 minggu
1 ltr susu sapi diberikan 3 kali/hari
Mulai usia 4 minggu, cempe diperkenalkan dengan pakan padat (hijauan/konsentrat) untuk merangsang perkembangan rumen. Pakan konsentrat yang diberikan harus berkualitas baik dengan kandungan protein kasar 15-18%. Contoh adalah sebagai berikut:
-Dedak padi          : 10-15%
-Pollard                 : 15-20%
-Bungkil kedelai : 15-20%
-Onggok                : 25-30%
-Bungkil kelapa  : 10-15%
-Molases                : 5-10%
-Mineral mix      : 1-2%
5-8 minggu
1.5-2ltr susu sapi/hari + rumput/legum + konsentrat
9-10 minggu
Sama seperti diatas, namun pemberiannya 2 kali sehari
11-12 minggu
Pemberian susu sapi sekali sehari (jumlahnya dikurangi hingga 1ltr/hari). Pakan hijauan dan konsentrat tersedia setiap saat. Air minum mulai diperkenalkan.


BAB III. PENUTUP

A.  Kesimpulan
1.      Jenis pakan yang bisa diberikan untuk pakan kambing meliputi hijauan segar, hijauan kering atau jerami, silase dan konsentrat.
2.      Pakan Kambing diberikan untuk memenuhi kebutuhan pada kambing terutama kebutuhan vitamin, mineral, protein dan energy bagi tubuh kambing untuk pertumbuhannya.
3.      Pemberian Pakan pada kambing untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, dan setiap kebutuhan harinya dipengaruhi oleh jenis ternak, umur, fase, kondisi tubuh dan lingkungan tempat hidupnya serta bobot badannya.
4.      Pemberian Pakan pada kambing dilakukan dengan menentukan kadar pakan dan enis pakan yang diberikan supaya pertumbuhan kambing baik.
5.  Pemberian Manajemen pakan pada kambing perah sangat penting karena manajemen pakan mempengaruhi dalam pertumbuhan tubuh dan produksi air susu.

DAFTAR PUSTAKA

Budi, Pratomo. 1986. Cara Menyusun ransum ternak. Poultri Indonesia.
Kartadisastra, H.R. 1997. Penyediaan & Pengelolaan Pakan ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba, Kambing). Yogyakarta, Kanisius.
Kedaulatan Rakyat. 1990. Prospek Industri Makanan Ternak Limbah Coklat di Wonosari Cerah.
Neraca. 1990. Pembuatan Hijauan Makanan Ternak.
Neraca. 1991. Jenis Pakan Yang Cocok Untuk Ternak.
Neraca. 1991. Pemgolahan Jerami Menjadi Pakan Yang Disukai ternak.
Pikiran, Rakyat. 1990. Perlakuan Khusus Terhadap Biji-bijian Bahan Pakan Ternak.
Suara Karya. 1992. Cara Menanam Rumput Gajah.
Suara, Karya. 1992. Mengenal Pakan Ternak Jenis Unggul.
Suara, Karya. 1992. Silase, Pakan Ternak Musim Kemarau.
Suara, Karya. 1993. Memanfaatkan Sisa Pakan.
Sugeng, Y. B. 2005. Sapi Potong. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sutama, Budiarsana. 2009. Panduan Lengkap Kambing & Domba. Penebar Swadaya. Jakarta.



Makalah Menejemen Potong dan Kerja

Unknown Reply 20.34

MANAJEMEN TERNAK POTONG DAN KERJA ”MANAJEMEN PAKAN PADA KAMBING” Disusun Oleh : Kelompok VI Anggi Rian Setiawan            ...

Quote

Why Choose Us

Incredible Support

Diberdayakan oleh Blogger.

Postingan Populer

Labels

This is Spartaaa!

Flickr

Search