Makalah Menejemen Potong dan Kerja
MANAJEMEN TERNAK POTONG DAN KERJA
”MANAJEMEN PAKAN PADA KAMBING”

Disusun Oleh :
Kelompok
VI
Anggi
Rian Setiawan H
0512013
Debora
Yannesia H
0512030
Khisom
Alwi H
0512070
Mufti
Satmata Giri H
0512076
Shinta
Kusharini H
0512109
JURUSAN/PROGRAM STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014
KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan
tugas dan pembuatan makalah Manajemen Ternak Potong dan Kerja ini tepat pada
waktunya.
Sebagaimanapun rasa syukur dan bahagia kiranya penyusun perlu menyampaikan
ucapan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
memberikan banyak bantuan, bimbingan dan arahan kepada penyusun sehingga
mempermudah dalam penyusunan laporan praktikum ini antara lain :
1.
Dosen
Pengampu mata kuliah Manajemen Ternak Potong dan Kerja yang telah memberi
arahan dalam pelaksanaan tugas ini.
2.
Rekan-rekan
satu kelompok yang telah bekerja sama dalam tugas sehingga memudahkan
penyusunan laporan praktikum ini.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak hal-hal
yang kurang sempurna karena keterbatasan yang penyusun miliki, untuk itu
penyusun akan berterima kasih kepada semua pihak yang bersedia memberikan saran
dan kritik demi kesempurnaan penyusunan laporan selanjutnya.
Akhirnya penyusun mengharapkan mudah-mudahan laporan Manajemen Ternak
Potong dan Kerja ini bermanfaat bagi semua pihak
Surakarta, Maret 2014
Penyusun
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ternak-ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga/diambil
hasilnya dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan
pendapatan para petani. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat
diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik
untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan
menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Jenis dan cara pemberian pakan
disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup
protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan
disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan,
yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari
kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral). Secara
alamiah karena kehidupan awalnya di daerah pegunungan kambing akan lebih
menyukai rambanan (daun-daunan) daripada rumput. Kambing termasuk jenis hewan
ruminansia.
Ruminansia
tidak terlalu bergantung pada kadar zat-zat gizi pakan yang dikonsumsinya,
karena proses di dalam rumen mampu menghasilkan zat gizi yang mudah diserap
tubuh. Kadang pemberian pakan protein tinggi tidak efisien, karena protein
tersebut mudah terurai dan terfermentasi oleh mikrobia rumen. Ruminansia mampu
mensintesis asam amino dari unsure yang dihasilkan oleh berbagai proses yang
terjadi dalam rumen. Ruminansia mampu mengkonsumsi urea dalam jumlah terbatas
yang di dalam rumen akan terurai menjadi amoniak dan merupakan bahan utama
pembentuk asam amino. Selain bahan pakan yang dikonsumsi kebutuhan tubuh
terhadap protein juga dipenuhi dari mikrobia rumen.
B.
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut :
1. Apa saja yang termasuk jenis-jenis pakan?
2. Apa saja manfaaat dari pakan?
3. Apa saja kebutuhan dan konsumsi pakan pada kambing?
4. Apa saja pemberian pakan pada kambing?
5. Bagaimana manajemen pakan pada kambing perah?
C.
Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui jenis-jenis pakan.
2. Untuk mengetahui manfaat pakan.
3. Untuk mengetahui kebutuhan dan konsumsi pakan pada kambing.
4. Untuk mengetahui manajemen pakan pada kambing perah.
BAB II. PEMBAHASAN
Ternak kambing menyukai macam-macam
daun-daunan sebagai pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat). Pakan tambahan
dapat disusun dari bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung ikan ditambah
mineral dan vitamin. Pakan dasar umumnya adalah rumput kayangan, daun lamtoro,
gamal, daun nangka, dan sebagainya. Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3 %
berat badan (dasar bahan kering) atau 10 - 15 % berat badan (dasar bahan
segar). Kambing mampu mengkonsumsi pakan
yang tidak biasa dikonsumsi ternak lain. Kambing mempunyai kebiasaan makan yang
agak berbeda dari domba, yaitu dengan bantuan gerak aktif bibir atas dan lidah
yang dapat memegang dedaunan. Dedaunan ini berasal dari semak atau pohon yang merupakan
sumber pakan yang sangat penting bagi kambing. Sedangkan domba lebih suka
memakan hijauan (rumput) yang ada di permukaan tanah dengan merenggutnya secara
berkelompok. Sehingga domba dapat digembalakan di padang rumput, sedangkan
kambing sebaiknya dikandangkan atau diikat di areal padang rumput yang ada semak
dan gulmanya
A.
Jenis
Pakan
1. Hijauan
Segar
Hijauan segar umumnya terdiri atas
daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian/jenis kacang-kacangan.
Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah
diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis. Hijauan
banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa
yang sangat berperan dalam menghasilkan energi.
a)
Rumput-rumputan
Rumput
Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumput Setaria
(Setaria sphacelata), rumput Brachiaria (Brachiaria decumbens), rumput Mexico
(Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar.
b)
Kacang-kacangan
Lamtoro
(Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema
pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis
kacang-kacangan lain.
c)
Daun-daunan
Daun
nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina dll.
2.
Jerami dan Hijauan Kering
Termasuk kedalam
kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah
dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay
dan kulit biji kacang-kacangan).
3.
Silase
Silase
adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal
dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan.
4.
Konsentrat
Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan
mineral.
B. Manfaat
Pakan
1.
Sumber energi
Termasuk dalam
golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya
kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan
jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
a)
Kelompok
serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)
b)
Kelompok hasil
sampingan serealia (limbah penggilingan)
c)
Kelompok umbi
(ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
d)
Kelompok hijauan
yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah, rumput benggala dan
rumput setaria)
2.
Sumber protein
Golongan bahan
pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein
minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman). Golongan ini dibedakan menjadi 3
kelompok:
a)
Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian
yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun
pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)
b)
Kelompok hijauan
yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi, kaliandra, gamal dan sentero.
c)
Kelompok bahan
yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang dan sebagainya).
3.
Sumber vitamin
dan mineral
Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal
dari tanaman maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan
konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur,
pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang).
Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan
terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan
mineralnya. Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah
tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap
digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca₂PO₄ dan beberapa
mineral.
C.
Kebutuhan dan Konsumsi Pakan
1.
Kebutuhan
Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya
terhadap
nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula. Bahan makanan yang dibutuhkan kambing 10 % dari berat badannya untuk pakan hijauan sebaiknya diberikan 20 % dari berat badan karena memperhitungkan makan yang terbuang, untuk pakan konsentrat sebaiknya diberikan sekitar 0,5 kg. Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut:
nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula. Bahan makanan yang dibutuhkan kambing 10 % dari berat badannya untuk pakan hijauan sebaiknya diberikan 20 % dari berat badan karena memperhitungkan makan yang terbuang, untuk pakan konsentrat sebaiknya diberikan sekitar 0,5 kg. Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut:
a. Kambing
Dewasa: 1 bagian daun + 3 bagian rumput.
b. Kambing yang
akan dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput.
c. Kambing
bunting: 3 bagian daun + 3 bagian rumput.
Pemberian pakan
induk selain campuran hijauan, pakan tambahan perlu diberikan saat bunting tua
dan baru melahirkan, sekitar 1,5 % berat badan dengan kandungan protein 16 %.
2.
Konsumsi Pakan
Ternak
ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan sakit/sedang berproduksi), mengkonsumsi
pakan dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kebutuhannya untuk mencukupi
hidup pokok. Kemudian sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta
tingkat produksi yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat pula.
Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh
faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu sendiri).
Komposisi pakan untuk kambing dewasa 75 % rumput, 25 % daun-daunan termasuk
kacang-kacangan. Untuk kambing bunting 60 % rumput, 40 % daun-daunan termasuk
kacang-kacangan.
D.
Pemberian Pakan
1.
Bahan Pakan
Secara umum
kebutuhan zat pakan bagi kambing dikelompokkan dalam 2 golongan besar sumber
pakan yaitu bahan pakan sumber energi dan bahan pakan sumber protein. Bahan pakan
sumber energi terdiri dari bahan pakan yang berupa biji-bijian dan sisa
serealia (mis : tepung, jagung dan dedak padi), umbi- umbian (mis : tepung
singkong, onggok, ubi jalar) dan hijauan (mis : rumput setaria dan rumput
lapang). Bahan pakan sumber protein bisa berupa biji-bijian misal tepung
bungkil kedelai, ampas tahu, ampas kecap, biji kapas atau tepung2 yang berasal
dari hewan atau bagian tubuh hewan seperti tepung darah dan tepung ikan.
Beberapa contoh hijauan yang merupakan sumber protein seperti daun gliricidae,
turi, lamtoro, centrocema, dan kacang gude. Pakan hijauan dalam keadaan segar
umumnya lebih disukai kambing dibanding dengan pakan dalam keadaan layu atau
kering. Namun ada beberapa jenis hijauan yang dalam keadaan segar masih
mengandung racun yang membahayakan kehidupan kambing seperti gliricidae,
sebaiknya hijauan jenis tersebut dilayukan dulu selama 2-3 jam di sinar
matahari atau diinapkan semalam sebelum diberikan pada ternak. Pemberian
hijauan yang bervariasi akan memberi dampak yang lebih baik. Kebutuhan kambing
akan bahan pakan sangat tergantung dari kondisi fisiologis kambing tersebut,
secara umum kambing membutuhkan hijauan segar sebanyak 10% dari berat badan
atau berat hidupnya. Misal beratnya 30 kg maka kambing tersebut membutuhkan 3
kg hijauan/hr. Perlu diketahui bahwa tidak semua bagian hijauan disukai oleh
kambing.beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian hijauana yang dicincang
sekitar 5-10 cm akan lebih efisien dikonsumsi oleh kambing, karena bentuknya
yang kecil-kecil. Contohnya batang muda jika diberikan secara utuh kurang
disukai oelh kambing tetapi dengan dicincang akan lebih mudah tercampur dengan
jenis pakan yang lain sehingga memungkinkan kambing untuk memakannya.
2.
Pemberian
konsentrat
Pakan sebagai
sumber protein merupakan hal yang mutlak diperlukan oleh kambing yang sedang
laktasi, karena proses pembentukan susu membutuhkan suplai protein yang lebih
tinggi. Sistem pencernaan rumen seringkali menjadi penyebab kurang efektifnya
pemberian konsentrat dengan kadar protein tinggi. Penyebabnya adalah konsentrat
tersebut akan diurai atau difermentasi oleh bakteri dan mikroba lain dalam
rumen, sehingga pprotein terdegradasi sebelum diserap tubuh. Untuk itu
pemberian konsentrat perlu disiasati. Waktu pemberian yang terbaik adalah saat
kambing sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum kenyang. Pada saat itu,
rumen akan dipenuhi oleh hijauan, sehingga aktivitas rumen sedang
tinggi-tingginya. Pemberian konsentrat saat seperti ini bisa menghindari proses
fermentasi bahan pakan dalam rumen sehingga keberadaan zat-zat makanan dapat
dipertahankan. Hal ini disebabkan konsentrat tidak terlalu lama berada dalam
rumen. Beberapa bahan konsentrat yang biasa diberikan adalah bekatul, bungkil
kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa atau campuran dari beberapa konsentrat.
Misal 62% bekatul, 20% ampas tahu, 15% bungkil kedelai, 1% garam dapur, dan 2%
tepung tulang. Jumlah pemberian sebanyak 0,5- 0,6 kg/ekor dan diberikan dalam
bentuk bubur(dicampur dengan air). Usahakan konsentrat agar habis dalam waktu
singkat untuk menghindari tumbuhnya jamur yang bias menimbulkan penyakit.
3.
Vitamin dan
Mineral
Selain bahan
pakan sumber protein dan sumber energi, kambing memiliki kebutuhan akan vitamin
dan mineral yang sebenarnya bisa tercukupi dengan pemberian pakan yang
bervariasi. Jika kurang bervariasi sebaiknya dilakukan pemberian zeolit, garam
dapur, atau tepung tulang sebagai sumber mineral dengan dosis tidak lebih dari
5 permil (5/1000) untuk setiap 1 kg berat badan. Vitamin dibutuhkan kambing
dalam jumlah sedikit tetapi sangat berpengaruh dalam proses metabolisme dan
daya tahan tubuhnya terhadap penyakit. Pemberian garam dapur selain untuk
memenuhi kebutuhan mineral dapat juga untuk meningkatkan nafsu makan kambing.
Pemberiannya sebaiknya tidak terjadwal, tetapi sudah dalam keadaan tersedia
setiap saat di dalam kandang. Penempatannya bisa di dalam ember khusus yang
digantung di dekat tempat hijauan setinggi 50-90 cm dr atas lantai.
4.
Air
Sebanyak 70%
tubuh kambing berupa air. Kekurangan air yang mencapai 20% menyebabkan kambing
dehidrasi. Makanya ketersediaan air merupakan suatu hal yang mutlak. Secara
umum seekor kambing membutuhkan air sebanyak 1,5-2,5 liter/hari. Sebaiknya air
disediakan dalam jumlah yang tidak terbatas artinya jika air di wadahnya tinggal
sedkit segera ditambah lagi.
5.
Penggunaan UMB
(Urea Molasses Block)
UMB mengandung non protein nitrogen (NPN) yang dalam
rumen akan mengaktifkan mikroba rumen dan sintesis menjadi asam amino. UMB juga
terdiri dari berbagai bahan penyusun lainnya seperti molasses, dedak padi, dan
tepung tapioka (sebagai sumber energi), bungkil kedelai (sumber protein), garam
dapur, tepung tulang dan kapur (sumber mineral). Pemberian UMB 4 gr/hari/kg
berat badan mampu meningkatkan pertambahan berat badan harian kambing dan meningkatkan
akseptabilitas kambing terhadap limbah pertanian dengan serat kasar cukup
tinggi seperti kulit dan tongkol jagung.
E.
Manajemen Pakan Kambing Perah
Kecukupan
nutrisi pokok pada ternak kambing perah harus diperhatikan. Kebutuhan
nutrisi tersebut digunakan untuk pertumbuhan, reproduksi, laktasi, gerak dan
kerja. Oleh karena itu, pemberian pakan haruslah memperhitungkan semua
kebutuhan tersebut. Dengan kata lain, pemberian pakan disesusaikan dengan
kebutuhan ternak. Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak kambing perah.
Namun demikian, pemberian pakan penguat (konsentrat) sangat diperlukan agar
ternak dapat berproduksi optimal. Pakan hijauan yang diberikan minimal terdiri
dari 3 macam hijauan, yaitu jenis rumput, legume (kacang-kacangan) dan daun-daunan.
Adapun jenis pakan penguat (tambahan) berupa campuran beberapa limbah hasil
pertanian, seperti dedak padi, dedak gandum (polard), bungkil inti sawit,
bungkil kelapa, molasses serta mineral dan vitamin.
1. Pakan untuk kebutuhan hidup utama ternak kambing perah
Kebutuhan gizi untuk kebutuhan hidup
pokok pada ternak kambing perah, merupakan kebutuhan yang paling rendah dalam
siklus hidupnya. Umumnya kebutuhan ini dapat dipenuhi dari asupan pakan
hijauan. Kambing perah akan memperoleh gizi, khususnya energy dan protein untuk
kebutuhan hidup utamanya dari hijauan berkualitas baik. Apabila kualitas pakan
hijauan yang diberikan kurang baik, ternak perlu diberikan pakan tambahan,
seperti dedak padi dan onggok. Pemberian pakan hijauan dari jenis legum
(kacang2an) akan menambah pemenuhan kebutuhan protein pada ternak kambing
perah. Cara ini yang paling mudah dan murah dilaksanakan oleh peternak
dipedesaan. Beberapa makanan ternak jenis legume yang banyak ditanam
adalah lamtoro, kaliandra, glirisidia dan turi. Adapun penambahan mineral
sangat dianjurkan untuk mengatasi kemungkinan kurangnya asupan mineral dari
pakan hijauan. Beberapa mineral yang bisa diberikan adalah garam dapur, kapur,
tepung tulang dan mineral mix.
2.
Pemberian pakan saat ternak dalam masa kawin
Salah satu upaya untuk meningkatkan keungkinan kelahiran
kembar, 2-3 minggu sebelum masa kawin ternak diberi pakan kualitas baik (flushing).
Contohnya, pemberian pakan konsentrat dengan kandungan protein kasar (PK)
18-20% sebanyak 1-1.5 kg/ekor. Setelah kawin, pakan hijauan yang diberikan
ditingkatkan secara bertahap, baik jumlah dan kualitasnya. Pemberian pakan hijauan
dengan cara dicampur (rumput+daun-daunan /legume, dan limbah hasil
pertanian) sangat baik untuk ternak kambing perah anda.
3.
Pemberian pakan saat ternak kambing perah bunting
Ternak bunting memerlukan jumlah pakan lebih banyak dari
ternak yang tidak bunting. Pakan tersebut digunakan untuk pertumbuhan cempe
yang dikandungnya dan untuk si induk. Saat usia kebuntingan 3 bulan, kebutuhan
gizi sangat tinggi. Hampir 70-75% pertumbuhan cempe yang dikandung terjadi pada
masa ini. Oleh karena itu, kambing bunting harus diberikan pakan dalam jumlah
yang cukup dan berkualitas baik, terutama kandaungan protein dan energy.
Kekurangan gizi pada saat induk bunting akan mengakibatkan berat lahir anak
yang rendah, lemah dan ahirnya mati. Pemberian pakan harus memperhatikan
kondisi ternak jangan sampai berlebihan (overfeed), terutama pada induk
muda. Pemberian pakan yang terlalu banyak saat induk bunting menyebabkan
janin cempe terlalu besar sehingga mempersulit proses kelahiran. Oleh karena
itu pemberian pakan harus dalam jumlah cukup dengan kandungan gizi yang
seimbang sesuai dengan kebutuhan ternak. Berikut ini adalah cara pemberian
pakan untuk kambing perah pada kondisi bunting :
a)
Beri
pakan hijauan rumput dan legume dalam jumlah berlebih (ad libitum) denga
perbandingan 60% rumput dan 40% legume/dedaunan.
b)
Beri
pakan tambahan yang memiliki kandungan protein kasar (PK) 14-16% sebanyak
0.5-1kg/hari. Penambahan pakan sumber protein (konsentrat) 0.5-1kg atau bisa
juga diganti dengan umbi-umbian (singkong. Ketela rambat) atau limbah
agroindustri seperti ampas tahu, ampas tempe, ampas bier dan bungkil inti
sawit. Pemberian pakan tambahan tersebut sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi
gizi induk bunting.
c)
Air
selalu tersedia secara bebas.
d)
Berikan
tambahan mineral blok (garam) untuk mengatasi kemungkinan kekurangan mineral
dalam pakan.
4.
Pakan induk menyusui dan pakan anak sebelum sapih.
Pada saat menyusui (laktasi) kebutuhan pakan induk dan
anaknya merupakan satu kesatuan. Pada anak yang menyusu langsung pada induknya,
konsumsi pakan anak tergantung dari banyaknya susu induk yang dihasilkan.
a)
Pakan Induk Menyusui
Induk menyusui membutuhkan asupan nutrisi pakan paling
banyak dibandingkan fase fisiologis lainnya. Hal ini dikarenakan induk menyusui
memerlukan gizi untuk proses menyusui selain kebutuhan gizi untuk perbaikan
kondisi tubuhnya pasca melahirkan. Pakan induk menyusui paling tidak
membutuhkan pakan yang mengandung protein kasar 14-16%. Pakan jenis hijauan
sebaiknya diberikan dengan porsi berlebih dengan rasio hijauan jenis rumput 50%
dan jenis legume 50%. Pakan tambahan diberikan dengan kadar protein kering
14-16% sebanyak 0.5 hingga 1 kg/ekor/hari tergantung banyak tidaknya produksi
susunya. Pemberian tambahan mineral sangat diajurkan pada kondisi ini,
tujuannya untuk menghindarkan kekurangan mineral bagi si induk laktasi. Jenis
pakan mineral yang diberikan bisa mineral blok atau mineral komplit yang banyak
dijual ditoko pakan ternak setempat.
b)
Pakan untuk anakan kambing perah sebelum sapih
Usia
Cempe
|
Jenis
Pakan yang Diberikan
|
1-3 hari
|
Kolustrum Induk
|
4-7 hari
|
500-600cc/hari susu induk.
Diberikan 3-4 kali per hari
|
2 minggu
|
800cc/hari campuran susu induk
dengan susu sapi (50:50), diberikan 3-4 kali/hari
|
3-4
minggu
|
1 ltr susu sapi diberikan 3
kali/hari
Mulai usia 4 minggu, cempe
diperkenalkan dengan pakan padat (hijauan/konsentrat) untuk merangsang
perkembangan rumen. Pakan konsentrat yang diberikan harus berkualitas baik
dengan kandungan protein kasar 15-18%. Contoh adalah sebagai berikut:
-Dedak padi
: 10-15%
-Pollard
: 15-20%
-Bungkil kedelai : 15-20%
-Onggok
: 25-30%
-Bungkil kelapa : 10-15%
-Molases
: 5-10%
-Mineral
mix : 1-2%
|
5-8
minggu
|
1.5-2ltr susu sapi/hari +
rumput/legum + konsentrat
|
9-10
minggu
|
Sama seperti diatas, namun
pemberiannya 2 kali sehari
|
11-12
minggu
|
Pemberian susu sapi sekali sehari
(jumlahnya dikurangi hingga 1ltr/hari). Pakan hijauan dan konsentrat tersedia
setiap saat. Air minum mulai diperkenalkan.
|
BAB III. PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Jenis pakan yang
bisa diberikan untuk pakan kambing meliputi hijauan segar, hijauan kering atau
jerami, silase dan konsentrat.
2.
Pakan Kambing
diberikan untuk memenuhi kebutuhan pada kambing terutama kebutuhan vitamin,
mineral, protein dan energy bagi tubuh kambing untuk pertumbuhannya.
3.
Pemberian Pakan pada kambing untuk mencukupi kebutuhan nutrisi,
dan setiap kebutuhan harinya dipengaruhi oleh jenis ternak, umur, fase, kondisi
tubuh dan lingkungan tempat hidupnya serta bobot badannya.
4.
Pemberian Pakan pada kambing dilakukan dengan menentukan kadar
pakan dan enis pakan yang diberikan supaya pertumbuhan kambing baik.
5. Pemberian Manajemen pakan
pada kambing perah sangat penting karena manajemen pakan mempengaruhi dalam
pertumbuhan tubuh dan produksi air susu.
DAFTAR PUSTAKA
Budi,
Pratomo. 1986. Cara Menyusun ransum ternak. Poultri Indonesia.
Kartadisastra,
H.R. 1997. Penyediaan & Pengelolaan Pakan ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau,
Domba, Kambing). Yogyakarta, Kanisius.
Kedaulatan
Rakyat. 1990. Prospek Industri Makanan Ternak Limbah Coklat di Wonosari Cerah.
Neraca.
1990. Pembuatan Hijauan Makanan Ternak.
Neraca.
1991. Jenis Pakan Yang Cocok Untuk Ternak.
Neraca.
1991. Pemgolahan Jerami Menjadi Pakan Yang Disukai ternak.
Pikiran,
Rakyat. 1990. Perlakuan Khusus Terhadap Biji-bijian Bahan Pakan Ternak.
Suara
Karya. 1992. Cara Menanam Rumput Gajah.
Suara,
Karya. 1992. Mengenal Pakan Ternak Jenis Unggul.
Suara,
Karya. 1992. Silase, Pakan Ternak Musim Kemarau.
Suara,
Karya. 1993. Memanfaatkan Sisa Pakan.
Sugeng, Y. B.
2005. Sapi Potong. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sutama, Budiarsana.
2009. Panduan Lengkap Kambing & Domba. Penebar Swadaya. Jakarta.

Posting Komentar